Tips

Cara Mengatasi Sakit Kepala Cenat-Cenut dan Nyeri Buat Kamu yang Punya Side Hustle

Cara Mengatasi Sakit Kepala Cenat-Cenut dan Nyeri Buat Kamu yang Punya Side Hustle

Tuesday, 30 June 2026

Memiliki side hustle memang bisa menjadi cara menambah penghasilan sekaligus mengembangkan passion. Namun, di balik produktivitas tersebut, ada risiko yang sering diabaikan: sakit kepala cenat-cenut akibat tubuh dan otak yang terus dipaksa bekerja. Setelah menyelesaikan pekerjaan utama, kamu mungkin masih harus menatap layar, mengejar deadline, atau begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Kebiasaan ini dapat memicu sakit kepala cenat-cenut.

Sebuah tinjauan yang diterbitkan di jurnal The Lancet menyebutkan bahwa sakit kepala cenat-cenut, merupakan salah satu gangguan sistem saraf yang paling umum di dunia dan dapat berdampak besar terhadap produktivitas serta kualitas hidup. Selain itu, kurang tidur, stres, dan kelelahan merupakan beberapa pemicu yang paling sering dilaporkan oleh penderita sakit kepala cenat-cenut.

Sedangkan studi lain yang dipublikasikan dalam The Journal of Headache and Pain menemukan bahwa stres merupakan salah satu pemicu sakit kepala yang paling sering dilaporkan, bersama kurang tidur dan kelelahan. Karena itu, beban kerja yang berlebihan akibat menjalani pekerjaan utama sekaligus side hustle dapat meningkatkan risiko munculnya sakit kepala cenat-cenut dan nyeri pada individu yang rentan.


1. Atur Jam Kerja yang Realistis

Hindari langsung melanjutkan pekerjaan sampingan setelah bekerja seharian tanpa jeda. Berikan waktu sekitar 30–60 menit untuk makan, peregangan, atau sekadar mengistirahatkan mata sebelum mulai bekerja kembali. Tubuh yang mendapat waktu pemulihan cenderung lebih mampu menghadapi beban kerja tambahan.


2. Jangan Korbankan Waktu Tidur

Tidur bukan sekadar menghilangkan rasa kantuk, tetapi juga membantu otak memulihkan diri. Orang yang rutin tidur kurang dari kebutuhan tubuh lebih berisiko mengalami sakit kepala cenat-cenut dan nyeri. Usahakan tidur 7–9 jam setiap malam dan hindari kebiasaan begadang demi mengejar target side hustle.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Nature Scientific Reports menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk berkaitan dengan frekuensi sakit kepala cenat-cenut dan nyeri yang lebih tinggi serta dapat memperburuk intensitas gejalanya.


3. Batasi Waktu Menatap Layar dan Jaga Posisi Duduk

Bekerja dalam posisi membungkuk atau menatap monitor selama berjam-jam dapat membuat otot leher dan bahu menjadi tegang, yang akhirnya memicu sakit kepala cenat-cenut dan nyeri. Terapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit melihat objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik. Jangan lupa lakukan peregangan ringan setiap 1–2 jam.


4. Cukupi Cairan dan Jangan Lewatkan Makan

Kesibukan sering membuat seseorang lupa makan atau minum. Padahal, dehidrasi dan kadar gula darah yang menurun dapat menjadi pemicu sakit kepala cenat-cenut. Pastikan tubuh tetap terhidrasi dan konsumsi makanan bergizi secara teratur agar energi tetap stabil sepanjang hari.


5. Gunakan Obat Pereda Nyeri Bila Diperlukan

Apabila sakit kepala cenat-cenut dan nyeri mulai mengganggu aktivitas, obat pereda nyeri untuk membantu meredakan keluhan sakit kepala cenat-cenut. Segera periksakan diri ke dokter apabila sakit kepala cenat-cenut muncul mendadak sangat hebat, disertai gangguan penglihatan, kelemahan anggota tubuh, demam tinggi, atau muntah berulang.


Artikel Lainnya:Cara Mengatasi Sakit Badan dan Pegal Linu setelah Strength Training


FAQ

1. Apakah kerja berat dan side hustle bisa menyebabkan sakit kepala cenat-cenut?

Ya. Pada orang yang memiliki riwayat migrain, stres, kurang tidur, kelelahan, dan terlalu lama menatap layar saat mengerjakan side hustle dapat memicu serangan migrain.

2. Apa bedanya sakit kepala dengan sakit kepala cenat-cenut?

Perbedaannya terletak pada jenis nyeri. Sakit kepala biasa terasa tegang atau menekan, sedangkan sakit kepala cenat-cenut terasa berdenyut.

3. Kapan sakit kepala cenat-cenut harus diperiksakan ke dokter?

Segera periksa jika sakit kepala cenat-cenut dan migrain muncul tiba-tiba sangat hebat, semakin sering kambuh, berlangsung lebih dari beberapa hari, atau disertai gangguan saraf seperti kelemahan anggota tubuh, gangguan bicara, atau penurunan kesadaran.


Daftar Pustaka

  1. Steiner TJ, Stovner LJ, Jensen R, et al. Migraine remains second among the world's causes of disability, and first among young women: findings from GBD 2019. The Journal of Headache and Pain. 2020.
  2. Ashina M. Migraine. The Lancet. 2021;397(10283):1485–1495.
  3. Sullivan DP, Martin PR, Boschen MJ. Psychological Sleep Interventions for Migraine and Tension-Type Headache: A Systematic Review and Meta-Analysis. Scientific Reports. 2019.