Tips 
Penyebab Kepala Pusing Keliyengan Setelah Bangun Tidur
Bangun tidur seharusnya membuat tubuh
terasa segar. Namun, tidak sedikit orang yang justru merasakan pusing,
keliyengan, atau kepala terasa ringan seperti mau jatuh. Kondisi ini bisa
muncul sesekali atau berulang, dan biasanya menandakan adanya gangguan ringan
pada tubuh—mulai dari tekanan darah, hidrasi, hingga kualitas tidur.
Berikut beberapa penyebab paling umum
kepala terasa pusing setelah bangun tidur yang mungkin Anda alami.
1. Turunnya Tekanan Darah Secara
Tiba-tiba (Orthostatic Hypotension)
Saat bangun dari posisi tidur ke berdiri,
tekanan darah bisa menurun mendadak sehingga aliran darah ke otak berkurang.
Akibatnya, muncul rasa keliyengan atau pandangan menggelap sesaat.
Hal itu disebut juga hipotensi ortostatik
yaitu kondisi penurunan tekanan darah secara tiba-tiba saat seseorang berdiri
atau bangun dari posisi duduk atau berbaring, yang dapat mengurangi aliran
darah ke otak dan memicu gejala seperti pusing, pingsan, atau rasa ringan di
kepala terutama saat baru bangun tidur atau perubahan posisi secara cepat. Hal
ini terjadi karena tubuh belum sempat menyesuaikan tekanan darahnya saat posisi
berubah.
2. Dehidrasi Saat Tidur
Selama tidur 6–8 jam, tubuh tidak
mendapatkan cairan. Jika sebelumnya kamu kurang minum, kondisi dehidrasi ringan
bisa semakin terasa saat bangun tidur, memicu sakit kepala dan rasa melayang.
Sebuah studi berjudul “Mild Dehydration
and Headache Symptoms” (Journal of Nutrition, 2012) menemukan bahwa
dehidrasi ringan dapat menyebabkan sakit kepala, penurunan fokus, serta rasa
pusing pada pagi hari.
3. Kadar Gula Darah yang Menurun
Jika makan malam terlalu sedikit atau
terlalu malam, kadar gula darah bisa turun saat tidur. Kondisi ini biasanya
memicu keliyengan, lemas, dan keringat dingin saat bangun pagi.
4. Kualitas Tidur yang Buruk
Tidur terlalu larut, kualitas tidur buruk,
atau sering terbangun di malam hari dapat menyebabkan otak kurang mendapatkan
waktu pemulihan. Akibatnya, kepala terasa berat dan pusing ketika bangun.
5. Posisi Tidur yang Salah
Tidur dengan leher tertekuk atau bantal
yang terlalu tinggi dapat menyebabkan aliran darah dan saraf di area leher
terganggu. Ini berujung pada pusing atau nyeri di bagian belakang kepala.
6. Gangguan Pernapasan atau Sinus
Bagi kamu yang punya alergi atau flu,
bangun tidur sering disertai pusing karena sinus yang tertutup memengaruhi
tekanan di kepala.
Cara Mengurangi Pusing Setelah Bangun
Tidur
?
Duduk dulu selama 1–2 menit
sebelum berdiri
?
Minum air segera setelah bangun
?
Jaga pola tidur yang konsisten
?
Gunakan bantal dengan
ketinggian yang sesuai
?
Hindari makan terlalu malam
?
Perbaiki posisi tidur agar
leher tidak tertekuk
Jika Sakit Kepala Sudah Terasa
Mengganggu…
Untuk meredakan sakit kepala atau pusing
yang muncul setelah bangun tidur, kamu bisa memilih obat sakit kepala dengan
kandungan paracetamol dan kafein. Kombinasi ini membantu meredakan nyeri lebih
cepat sambil menjaga tubuh tetap waspada tanpa membuat mengantuk.
Kepala pusing keliyengan setelah bangun
tidur umumnya dipicu oleh perubahan tekanan darah, dehidrasi, kualitas tidur
yang buruk, atau posisi tidur yang tidak tepat. Dengan mengenali penyebabnya
dan memperbaiki kebiasaan sehari-hari, keluhan ini biasanya dapat dikurangi dan
dicegah agar tidak sering kambuh.
Referensi:
Orthostatic Hypotension and Morning Dizziness. Hypertension Research. 2017. Sumber: National Library of Medicine (NCBI / PubMed).