Tips 
5 Cara Menghilangkan Urat Tegang di Leher
Urat tegang di leher adalah salah satu
pertanda bahwa otot di area tersebut sedang bekerja terlalu keras. Duduk
terlalu lama, posisi tubuh yang kurang ideal, stres, hingga kurang bergerak
bisa membuat otot leher menegang dan terasa kaku. Jika tidak ditangani, kondisi
ini dapat berkembang menjadi nyeri leher berkepanjangan, sakit kepala tegang,
hingga ketidaknyamanan yang mengganggu aktivitas harian. Kabar baiknya, ada
beberapa cara efektif dan relatif sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu
mengendurkan otot leher yang tegang. Simak artikel selengkapnya berikut ini.
1. Lakukan peregangan leher secara rutin
Peregangan leher membantu meningkatkan
aliran darah dan mengurangi kekakuan otot. Gerakan sederhana seperti
menundukkan dagu ke arah dada, memiringkan kepala ke kanan dan kiri, serta
memutar leher secara perlahan dapat dilakukan beberapa kali sehari.
Sebuah penelitian berjudul
2. Manfaatkan pijat atau terapi otot
Pijat ringan di area leher dan bahu dapat membantu
melepaskan ketegangan pada otot yang menegang dan merangsang relaksasi. Teknik
pijat yang tepat juga membantu melonggarkan trigger point yang sering menjadi
penyebab rasa kaku dan nyeri.
Ternyata terapi juga pijat mampu memberikan
perbaikan signifikan pada intensitas nyeri leher, terutama bila dilakukan
secara rutin dan dikombinasikan dengan latihan peregangan. Hal ini seperti
dijelaskan dalam
3. Gunakan kompres hangat untuk
merilekskan otot
Kompres hangat dapat membantu melebarkan
pembuluh darah, meningkatkan sirkulasi, dan membuat otot leher menjadi lebih
rileks. Tempelkan kompres hangat selama 15–20 menit pada area yang terasa
tegang, terutama setelah seharian beraktivitas atau bekerja di depan layar.
Cara ini sering menjadi pilihan awal karena mudah dilakukan di rumah dan
relatif aman.
4. Perbaiki postur dan kebiasaan
sehari-hari
Postur tubuh yang buruk, seperti posisi
kepala terlalu maju saat menatap layar, merupakan penyebab utama urat tegang di
leher. Pastikan posisi layar sejajar dengan pandangan mata, bahu rileks, dan
ambil jeda untuk bergerak setiap 30–60 menit. Perubahan kebiasaan kecil ini
berperan besar dalam mencegah ketegangan leher muncul kembali.
5. Kapan waktu yang tepat untuk
mengonsumsi obat?
Jika ketegangan di leher menimbulkan nyeri
yang cukup mengganggu, konsumsi obat pereda nyeri dapat menjadi solusi
sementara. Obat dengan kandungan paracetamol atau antiinflamasi
nonsteroid (NSAID) dapat membantu meredakan nyeri dan peradangan ringan di
sekitar otot leher.
Pendekatan ini sejalan dengan rekomendasi
dalam penelitian berjudul “Neck Pain: Clinical Practice Guidelines” yang
menyebutkan bahwa penggunaan analgesik dapat membantu mengontrol nyeri sehingga
penderita dapat tetap beraktivitas dan melakukan terapi peregangan dengan lebih
nyaman.
Referensi:
Niazi S, Gandomi F, Soufivand P, Ghazaleh L. The effect of tissue stretching
and release strategies on neck muscles fatigue and pain intensity in office
workers affected by chronic neck pain: A rater-blind, semi-experimental study.
Health Science Reports. 2025. National Library of Medicine (PubMed
Central)
Kong LJ, Zhan HS, Cheng YW, Yuan WA, Chen B,
Fang M. Massage Therapy for Neck and Shoulder Pain: A Systematic
Review and Meta-Analysis. Evidence-Based Complementary and Alternative
Medicine. 2013. National Library of Medicine (PubMed Central).