Tips

5 Cara Menghilangkan Otot Leher Tegang karena Postur Sehari-hari

5 Cara Menghilangkan Otot Leher Tegang karena Postur Sehari-hari

Wednesday, 30 September 2026

Pernah merasakan leher kaku, pegal, atau otot leher tegang setelah seharian bekerja di depan laptop? Kebiasaan duduk terlalu lama, menunduk saat menggunakan gadget, hingga mempertahankan posisi tubuh yang sama dalam waktu lama dapat membuat leher terasa tidak nyaman.

Kabar baiknya, keluhan akibat ketegangan otot leher dapat dibantu dengan beberapa langkah sederhana. Yuk, kenali cara mengatasi dan mencegah otot leher tegang agar aktivitas sehari-hari tetap nyaman.

Kenapa Postur Sehari-hari Bisa Menyebabkan Otot Leher Tegang?

Leher menopang kepala sekaligus membantu mempertahankan posisi kepala dan tubuh. Ketika terlalu lama duduk membungkuk, menunduk, atau mempertahankan kepala dalam posisi yang sama, otot leher dapat bekerja lebih keras sehingga terasa tegang, kaku, atau pegal.

Menurut NHS, postur yang kurang baik, termasuk duduk di meja dalam waktu lama, merupakan salah satu penyebab umum nyeri leher. Mempertahankan leher pada posisi yang sama terlalu lama juga dapat memperburuk rasa tidak nyaman.

Karena itu, memperbaiki postur dan mengubah posisi tubuh secara berkala dapat menjadi bagian dari upaya untuk membantu mencegah dan mengurangi ketegangan pada otot leher.

Lakukan Peregangan Leher Secara Rutin

Peregangan ringan dapat membantu mempertahankan kelenturan dan rentang gerak leher. Anda dapat mencoba menoleh perlahan ke kiri dan kanan, memiringkan kepala ke arah bahu, atau melakukan gerakan menarik dagu sedikit ke belakang (chin tuck).

Lakukan secara perlahan dan dalam batas yang nyaman. Cambridge University Hospitals juga merekomendasikan beberapa latihan peregangan leher, termasuk chin retraction dan peregangan otot leher, untuk membantu menjaga pergerakan leher.

Perbaiki Posisi Duduk dan Penggunaan Gadget

Saat bekerja, usahakan punggung mendapatkan penyangga dan posisi kepala tidak terus-menerus terdorong ke depan. Atur layar agar nyaman dilihat tanpa harus menundukkan kepala terlalu lama.

Hal serupa berlaku ketika menggunakan smartphone. Hindari terlalu lama menundukkan kepala untuk melihat layar. Pegang gadget pada posisi yang lebih nyaman dan sesekali ubah posisi tubuh agar otot leher tidak terus bekerja dalam posisi yang sama.

Baca Juga:Mata Buram dan Pusing Saat Aktivitas? Bisa Jadi Kebiasaan Ini Penyebabnya!

Beri Jeda di Tengah Aktivitas

Duduk dalam postur yang baik sekalipun tetap dapat membuat tubuh terasa kaku jika dilakukan tanpa jeda. Karena itu, biasakan berdiri, berjalan sebentar, atau melakukan gerakan ringan secara berkala.

NHS juga menyarankan untuk tidak mempertahankan leher dalam satu posisi terlalu lama. Mengubah posisi secara rutin dan tetap aktif dapat membantu mengurangi kekakuan serta menjaga pergerakan leher.

Gunakan Kompres untuk Membantu Meredakan Ketegangan

Ketika otot leher terasa tegang atau pegal, kompres hangat dapat membantu memberikan rasa nyaman. Gunakan kompres hangat yang dibungkus kain pada area leher selama beberapa menit, kemudian lepaskan. Kompres hangat maupun dingin juga dapat digunakan sebagai salah satu cara membantu meredakan nyeri leher.

Saatnya Pertimbangkan Obat untuk Membantu Meredakan Nyeri Otot

Jika pegal linu cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, penggunaan obat pereda nyeri yang tidak menyebabkan kantuk dapat menjadi pilihan, agar aktivitasmu tetap bisa berjalan lancar.

Namun, jika nyeri leher tidak membaik setelah beberapa minggu, semakin berat, atau disertai kesemutan, mati rasa, maupun kelemahan pada lengan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.


artikel lainnya:Pusing dan Sakit Kepala Cenat-cenut Setelah Nonton Konser? Cari Tahu Penyebabnya!


FAQ

1. Apakah salah posisi duduk bisa menyebabkan otot leher tegang?

Ya. Duduk terlalu lama dengan postur kurang baik atau mempertahankan kepala dalam posisi yang sama dapat memberikan beban tambahan pada otot leher.

2. Apakah leher tegang boleh dipijat?

Pijatan ringan dapat terasa nyaman bagi sebagian orang, tetapi hindari tekanan berlebihan, terutama jika nyeri disertai kesemutan, mati rasa, atau kelemahan pada anggota tubuh.

3. Kapan otot leher tegang perlu diperiksakan ke dokter?

Periksakan diri jika nyeri tidak membaik setelah beberapa minggu, semakin berat, atau disertai gejala seperti kesemutan, mati rasa, kelemahan pada lengan atau tungkai, gangguan keseimbangan, atau sakit kepala berat.


Daftar Pustaka

  1. NHS. Neck Pain and Stiff Neck. National Health Service.
  2. Cambridge University Hospitals NHS Foundation Trust. Neck Exercises and Advice.
  3. NHS. Neck Pain – DynamicHealth.